Senin, 26 November 2012

Tugas Pengantar Bisnis mg. 11, 12, 13


Nama  : Deslia Nisrina Hanifa (21212894)
Kelas  : 1EB21

Minggu 11,12 dan 13 :
1        Contoh Laporan Perusahaan Riil (Neraca dan Laporan Laba/Rugi)    
PT. PP (Persero) Tbk memproyeksikan laba bersih kuartil III 2012 sebesar Rp 105,4 miliar. Jumlah ini melonjak 73 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp 60,9 miliar. Pertumbuhan yang signifikan ini diperoleh dari peningkatan pendapatan sebesar 34 persen ditambah dengan program inovasi dan efisiensi yang terus dilakukan perusahaan.
PT. PP akan merencanakan belanja modal yang diperkirakan sebesar Rp 400 miliar. Namun, dalam prakteknya hingga September 2012, belanja modal baru mencapai 100 miliar. Besarnya belanja modal ini disebabkan PT.PP menerima banyak proyek untuk tahun 2013. Hingga September 2012, kontrak baru yang telah ditandatangani sebesar Rp 15,2 triliun.
       2   Arti dari CSR dan contoh  perusahaan riil untuk implomentasi CSR
Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung jawab Sosial Perusahaan adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.
Perusahaan untuk implementasi CSR
Sebagai Perusahaan Perkebunan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit, keberadaan Perusahaan di tengah masyarakat tentu saja berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungannya.
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah tanggung jawab sosial dari perusahaan terhadap lingkungannya, minimal di tempat mereka melakukan kegiatan usahanya dan hal ini sudah merupakan misi perusahaan, sehingga sebuah Perusahaan yang ingin melakukan kegiatan usahanya secara berkesinambungan, harus mau dan mampu melakukan program CSR dengan sebaik-baiknya. The World Business Council for Sustainable Development juga menjelaskan bahwa CSR merupakan suatu komitmen terus-menerus dari pelaku bisnis untuk berlaku etis dan untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi sambil meningkatkan kualitas hidup para pekerja dan keluarganya, juga bagi komunitas lokal dan masyarakat pada umumnya.
Konsep CSR memang sangat berkaitan erat dengan konsep sustainability development (pembangunan yang berkelanjutan). Dengan demikian, konsep CSR memiliki arti bahwa selain memiliki tanggung jawab untuk mendatangkan keuntungan bagi para pemegang saham dan untuk menjalankan bisnisnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, suatu perusahaan juga memiliki tanggung jawab moral, etika dan filantropik.
Dengan berpegang pada konsep tersebut, dalam usahanya mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkesinambungan, maka perusahaan menjalankan program CSR dengan cara mengembangkan dan memelihara kesejahteraan masyarakat dengan sebanyak banyaknya menggerakkan inisiatif masyarakat itu sendiri melalui penyediaan jasa/pelayanan teknis. Hal ini dalam rangka mendorong masyarakat ke arah swadaya (self help) secara spontan dengan bergotong royong dan memanfaatkan segenap potensi yang tersedia. 
Implementasi CSR dilaksanakan dengan partisipasi masyarakat sebagai subjek sekaligus pusat dari seluruh aktivitas dengan berpegang pada prinsip:
·         Berdasarkan needs (kebutuhan), bukan wants (keinginan) masyarakat. 
·         Spesifik, yaitu memperhatikan permasalahan, aspirasi, kemampuan serta potensi masyarakat setempat 
·         Bertujuan untuk mengarahkan masyarakat menuju sikap kemandirian, melalui program yang sesuai dengan kemampuan masyarakat dan perusahaan.
·         Partisipasi aktif sebanyak-banyaknya dari masyarakat
Partisipasi masyarakat adalah kunci utama keberhasilan implementasi program CSR. Kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi ditentukan oleh relevansi antara program yang akan dilaksanakan dengan kebutuhan riil masyarakat. Harapan akhirnya adalah masyarakat dapat menikmati taraf hidup yang lebih baik dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi sebagai buah nyata dari kerja keras dan ketekunan belajar mereka sendiri.
       3   Perkembangan bisnis internasional
Perekonomian Indonesia pada tahun 2011 menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, tercermin pada kinerja pertumbuhan yang bahkan lebih baik dan kestabilan makroekonomi yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,5%, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir, disertai dengan pencapaian inflasi pada level yang rendah sebesar 3,79%. Peningkatan kinerja tersebut disertai dengan perbaikan kualitas pertumbuhan yang tercermin dari tingginya peran investasi dan ekspor sebagai sumber pertumbuhan, penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi antardaerah yang semakin membaik. Di sisi eksternal, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami surplus yang relatif besar dengan cadangan devisa yang meningkat dan nilai tukar rupiah yang mengalami apresiasi. Di sektor keuangan, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga meski sempat terjadi tekanan di pasar keuangan pada semester II tahun 2011 sebagai dampak memburuknya krisis yang terjadi di kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS). Dengan ketahanan ekonomi yang kuat dan risiko utang luar negeri yang rendah, didukung oleh kebijakan makroekonomi yang tetap pruden dan berbagai langkah kebijakan struktural yang terus ditempuh selama ini, Indonesia kembali memperoleh peningkatan peringkat menjadi Investment Grade.
Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat mampu meminimalkan dampak dari gejolak ekonomi global. Keti dakpasti an yang muncul akibat krisis utang Eropa dan kekhawati ran terhadap prospek pemulihan perekonomian AS telah memicu gejolak di pasar keuangan dan pelemahan pertumbuhan ekonomi global tahun 2011. Dampak dari gejolak global tersebut ke Indonesia lebih banyak dirasakan di pasar keuangan terutama pasar saham dan obligasi, sementara dampak pada sektor riil relati f minimal. Di sektor keuangan, penarikan modal luar negeri oleh sebagian investor pada semester II tahun 2011 memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah, imbal hasil obligasi Pemerintah, dan harga saham. Namun, dengan langkah-langkah stabilisasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah, didukung oleh kuatnya fundamental sektor keuangan dan terjaganya stabilitas makroekonomi, gejolak pasar keuangan dapat dihindari. Di sektor riil, daya tahan perekonomian Indonesia dari sisi eksternal didukung oleh diversifikasi pasar ekspor dengan semakin besarnya perdagangan intra-regional di kawasan Asia dan semakin meningkatnya peran foreign direct investment (FDI). Dari sisi domestik, daya tahan ekonomi juga didukung oleh kuatnya daya beli terkait dengan meningkatnya pendapatan dan struktur demografi yang sebagian besar berada dalam usia produktif.
Di samping fundamental ekonomi yang kuat, respons kebijakan yang tepat mampu menopang ketahanan perekonomian nasional. Bank Indonesia dan Pemerintah melakukan koordinasi kebijakan dalam memperkuat fundamental ekonomi sekaligus memiti gasi dampak gejolak eksternal. Dari sisi Bank Indonesia, penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial secara terukur dan pada waktu yang tepat telah berhasil menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bauran kebijakan tersebut diterapkan melalui respons kebijakan suku bunga dan nilai tukar, serta kebijakan makroprudensial dalam rangka pengelolaan aliran modal asing dan likuiditas perbankan. Bauran kebijakan moneter dan makroprudensial tersebut juga didukung oleh strategi komunikasi dalam rangka meningkatkan efekti vitas transmisi kebijakan moneter dan mengurangi keti dakpasti an pelaku pasar. Dalam bidang perbankan, Bank Indonesia terus memperkuat ketahanan perbankan, meningkatkan fungsi pengawasan, dan mendorong intermediasi yang diarahkan pada sektor-sektor produktif. Dari sisi Pemerintah, kebijakan fiskal diarahkan kepada peningkatan stimulus dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal. Secara sektoral, Pemerintah terus berupaya mendorong dan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi melalui perbaikan iklim investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan daya saing industri dan produk ekspor, serta peningkatan ketahanan pangan nasional termasuk dalam rangka stabilisasi harga. Koordinasi kebijakan antara Bank Indonesia dan Pemerintah untuk meningkatkan daya tahan ekonomi dan stabilitas makro juga diperkuat melalui implementasi Protokol Manajemen Krisis (PMK) dan pengendalian infl asi di pusat dan daerah melalui forum Tim Pengendalian Inflasi (TPI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Prospek ekonomi Indonesia tahun 2012 diprakirakan masih tetap kuat, meskipun risiko yang berasal dari pelemahan ekonomi global masih tinggi. Perekonomian nasional pada tahun 2012 diprakirakan tumbuh 6,3% - 6,7% dan infl asi diprakirakan dapat berada di kisaran sasaran 4,5% ± 1%. Pertumbuhan ekonomi terutama bersumber dari perekonomian domestik dengan peran investasi yang semakin meningkat. Pasar domestik yang besar, terjaganya stabilitas makroekonomi, suku bunga yang rendah, perbaikan iklim investasi, dan status investment grade merupakan faktor pendorong tingginya pertumbuhan investasi ke depan. Sejalan dengan itu, arus modal masuk FDI diperkirakan akan meningkat lebih tinggi sehingga surplus NPI akan tetap besar. Kondisi ini mendukung tercapainya stabilitas nilai tukar rupiah dalam menghadapi risiko tingginya gejolak arus modal. Meskipun demikian, risiko pelemahan ekonomi global dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung ke batas bawah kisaran prakiraan apabila tidak ditempuh langkah-langkah stimulus baik dari sisi moneter maupun fiskal. Sementara itu, rencana kebijakan Pemerintah terkait dengan BBM bersubsidi dan komoditas strategis lainnya dapat memberikan tekanan ke atas terhadap perkembangan inflasi kedepan.
Dalam tahun 2012, Bank Indonesia akan mengoptimalkan peran bauran kebijakan moneter untuk menjaga inflasi tetap berada di dalam kisaran sasarannya serta mendorong pertumbuhan ekonomi dalam rangka memitigasi risiko perlambatan ekonomi global. Sementara di bidang perbankan, Bank Indonesia akan meningkatkan efisiensi perbankan untuk mengoptimalkan kontribusinya dalam perekonomian dengan tetap memperkuat ketahanan perbankan. Di samping itu, Bank Indonesia terus berupaya memperluas akses perbankan pada masyarakat (financial inclusion). Di bidang sistem pembayaran, Bank Indonesia terus meningkatkan efisiensi, keandalan, dan keamanan serta penerapan aspek perlindungan konsumen, baik dalam sistem pembayaran nasional maupun hubungan sistem pembayaran dengan luar negeri. Dengan langkah-langkah ini, pertumbuhan ekonomi tahun 2012 diyakini dapat kembali berada di tengah kisaran prakiraan. Dalam jangka menengah, dengan perekonomian dunia yang diperkirakan akan membaik dan kebijakan struktural yang terus dilakukan khususnya di bidang investasi dan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi Indonesia mempunyai prospek untuk tumbuh lebih tinggi dan berkesinambungan dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga. Perekonomian nasional diprakirakan akan tumbuh mencapai 6,6%-7,4% dan inflasi yang semakin menurun dan menuju 4,0% ± 1% pada tahun 2016.

Tugas Pengantar Bisnis mg. 10


Nama  : Deslia Nisrina Hanifa (21212894)
Kelas  : 1EB21

Minggu 10 :
1        .Langkah  Perusahaan  Dalam  Merekrut Karyawan
·         Merilis iklan lowongan kerja baik di koran atau di internet
Sebelum merekrut karyawan baru, sebuah perusahaan biasanya sudah mempersiapkan apa tugas dan tanggungjawab yang harus dikerjakan. Kemudian, perusahaan menetapkan kriteria calon pegawai yang dibutuhkannya, akhirnya perusahaan merilis iklan lowongan kerja baik di koran atau di internet.
Selanjutnya, perusahaan akan menerimaa banyak surat lamaran yang masuk setelah merilis iklan lowongan kerja. Untuk itu, perusahaan akan menyaring surat lamaran yang masuk dengan cara wawancara. Beberapa hal yang biasa dilakukan oleh perusahaan saat mewawancari calon pegawainya, antara lain; mencari tahu latar belakang si pelamar, seperti latar belakang pendidikan atau pengalaman bekerja di perusahaan sebelumnya. Takjarang perusahaan akan menggali potensi dan skill yang dimiliki calon pegawainya saat proses wawancara.
·        Teliti dalam memilih karyawan
Perusahaan sudah menilai pekerjaan sesuai dengan tugas dan kemampuan. Karena bila merekrut karyawan tidak sesuai dengan tugas dan kemampuan sudah bisa diprediksi pekerjaan bukannya selesai malah akan semakin berantakan. Maka perusahaan pun akan senantiasa jeli dalam memilih karyawan baru.

·        Mengidentifikasi jabatan yang lowong dan berapa jumlah tenaga yang diperlukan.
Proses rekrutmen dimulai saat adanya bidnag pkerjaan baru di perusahaan, karyawan dipindahkan atau dipromosikan ke posisi lain, mengajukan permintaan pengunduran diri, adanya PHK, atau karena pensiun yang direncanakan. Dengan melihat dinamika dari beberapa hal tersebut dan mencocokkannya dengan perencanaan sumber daya manusia yang sudah tersusun (jika ada) maka akan diketahui jabatan apa saja yang sedang lowong dan berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan tersebut.
·        Mencari informasi jabatan melalui analisa jabatan
Untuk memperoleh uraian jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job spessification) sebagai landasan dalam membuat persyaratan jabatan. Persyaratan jabatan harus dibuat secara hati-hati dan sejelas mungkin agar dalam penerapannya nanti tidak ditemui kekaburan-kekaburan yang mengganggu proses selanjutnya.

·        Jika persyaratan jabatan telah tersusun, maka langkah berikutnya adalah menentukan dimana kandidat yang tepat harus dicari.
Dua alternative untuk mencari kandidat yakni dari dalam perusahaan atau dari luar perusahaan. Jika diambil dari dalam, apabila kebutuhan staf untuk masa yang akan datang telah direncanakan, maka perlu juga diketahui siapa kira-kira karyawan yang ada saat ini yang dapat dipindahkan atau dipromosikan. Jika kandidat harus dicari dari luar perusahaan maka perlu dipertimbangan dengan cermat metode rekrutmen yang tepat untuk mendaptkan kandidat tersebut.
·        Memilih metode-metode rekrutmen yang paling tepat untuk jabatan.
Ada banyak metode rekrutmen yang dapat dipilih oleh perusahaan dalam melakukan rekrutmen seperti iklan, employee referrals, walk-ins & write-ins, Depnakertrans, perusahaan pencari tenaga kerja, lembaga pendidikan, organisasi buruh, dan lain sebagainya. Perusahaan juga dapat memilih lebih dari satu metode, tergantung situasi dan kondisi yang terjadi saat itu.
·        Memanggil kandidat-kandidat yang dianggap memenuhi persyaratan jabatan
Mengumpulkan berkas-berkas lamaran mereka, dan meminta mereka mengisi formulir lamaran pekerjaan yang telah disediakan untuk selanjutnya diproses dalam tahap seleksi
·        Menyaring / menyeleksi kandidat.
Prosedur seleksi perlu dilakukan jika: 1) pelaksanaan tugas pada jabatan yang akan diisi memerlukan ciri-ciri fisik dan psikis tertentu yang tidak dimiliki oleh setiap orang; 2) ada lebih banyak kandidat yang tersedia dibandingkan jumlah jabatan yang akan diisi. Ada banyak teknik atau metode seleksi yang dapat digunakan oleh perusahaan. Hal terpenting untuk diperhatikan adalah bahwa masing-masing teknik seleksi mengukur karaktristik tertentu, sehingga akan memberi informasi yang berbeda-beda mengenai kandidat. Pemilihan suatu teknik/metode sebagai predictor dalam prosedur seleksi sangat tergantung pada: ciri-ciri pekerjaan, validitas dan reliabilitas metode, persentase calon yang terseleksi, dan biaya penggunaan teknik tertentu. Beberapa teknik seleksi yang sering digunakan adalah formulir lamaran, data biografi, referensi dan rekomendasi, wawancara, test kemampuan dan kepribadian, test fisik/fisiologis, test simulasi pekerjaan dan assessment center.
·        Membuat penawaran kerja.
Setelah proses seleksi dianggap cukup dan petugas rekrutmen sudah dapat menentukan kandidat terbaik untuk jabatan tertentu, maka selanjutnya perlu dipersiapkan penawaran kerja. Termasuk disini adalah mempersiapkan perjanjian kerja (KKB), memperkenalkan secara lebih mendalam tentang peraturan dan kondisi kerja di perusahaan, dan memastikan kapan kandidat akan mulai bekerja. Hal terpenting dalam tahap ini adalah petugas rekrutmen harus menyiapkan kandidat cadangan untuk berjaga-jaga kalau kandidat pertama menolak tawaran kerja atau terjadi hal-hal tak terduga.
·        Mulai bekerja.
Proses rekrutmen tidak berhenti begitu saja setelah kandidat menerima penawaran kerja. Pada saat sudah menjadi pegawai maka yang bersangkutan masih perlu dibantu agar ia dapat bekerja secara optimal dan bertahan untuk waktu yang lama. Pegawai yang bersangkutan harus dimonitor dan dinilai kinerjanya secara teratur, serta diberikan pelatihan dan pengembangan. Pada tahap ini petugas rekrutmen perlu mengkaji ulang cara-cara yang dipakai dalam merekrut dan menyeleksi pegawai, hal ini sangat penting demi mencegah masalah-masalah yang mungkin timbul setelah pegawai diterima bekerja.
1.      Arti dan perkembangan outsourching di Indonesia
Outsourcing terbagi atas dua suku kata: out dan sourcing. Sourcing berarti mengalihkan kerja, tanggung jawab dan keputusan kepada orang lain. Outsourcing dalam bahasa Indonesia berarti alih daya. Dalam dunia bisnis, outsourcing atau alih daya dapat diartikan sebagai penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya non-core atau penunjang oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh.
Perusahaan Outsourcing adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa tenaga kerja yang meliputi pekerjaan yang akan ditempatkan pada perusahaan yang menginginkannya.
Perkembangan Outsorching
Sampai saat ini, perkembangan outsorching di Indonesia sangat lambat. Banyak perusahaan besar dengan modal ratusan milyar rupiah yang belum menerapkan bahkan belum mengerti manfaat outsorching. Sementara itu, perusahaan penyedia jasa outsorching di Indonesia saat ini relatif tidak terlalu banyak.
Akan tetapi, meningkatnya penggunaan tenaga outsourcing pada tahun-tahun belakangan muncul karena pada satu sisi sejak krisis ekonomi dan moneter yang melanda Indonesia telah membuat banyak perusahaan mengalami penurunan penjualan karena kemampuan ekonomi secara nasional menurun, tetapi di sisi lain kebutuhan biaya cenderung meningkat sehingga dilakukan efisiensi dengan outsourcing.
Penggunaan strategi outsourcing pada perusahaan-perusahaan dapat merujuk kepada hasil survei yang dilakukan oleh Divisi Riset PPM Manajemen tahun 2008. Survei tersebut menggunakan kuesioner dengan convienience sampling kepada 44 perusahaan. Hasil survei memperlihatkan bahwa 73% perusahaan menggunakan tenaga outsourcing dalam kegiatan operasionalnya, sedangkan sisanya yaitu 27% tidak menggunakan tenaga outsourcing. Dari 73%, perusahaan yang mengunakan tenaga outsourcing tersebut terlihat bahwa perusahaan yang sepenuhnya menggunakan tenaga outsourcing adalah perusahaan yang bergerak pada jenis industry perbankan, kertas, jasa pendidikan, pengolahan karet dan plastik, serta industri makanan dan minuman. Sedangkan untuk industri alat berat,mesin dan sarana transportasi (otomotif dan suku cadang) menggunakan tenaga outsourcing sebanyak 57,14%. Pengunaan tenaga outsourcing juga dilakukan oleh industri farmasi dan kimia dasar sebanyak 80%, industry telekomunikasi dan informasi teknologi sebanyak 60% dan industri lainnya sebanyak 50% terdiri dari industri jasa pemeliharaan pembangkit listrik, konsultan, EPC (enginering, procurement, construction), pengolahan kayu, kesehatan, percetakan dan penerbitan, dan elektronik. Dilihat dari status kepemilikan, diketahui bahwa BUMN, joint venture dan nirlaba menggunakan 100% tenaga outsource dalam kegiatan operasionalnya. Sedangkan untuk swasta nasional menggunakan tenaga outsource sebanyak 57,69% dan swasta asing menggunakan sebanyak 85,71%. Adapunkomposisi jenis pekerjaan yang paling banyak menggunakan tenaga outsource adalah cleaning service sebesar 56,82%, security sebesar 38,64%, lainnya sebesar 36,36%, driver (25%), sekretaris (22,73%), customer service (13,64%) dan SPG (9,09%). Dalam survei tersebut juga ditanyakan tentang alasan penerapan outsourcing. Dari 73% perusahaan yang menggunakan tenaga outsource diketahui 5 alasan menggunakan outsourcing yaitu agar perusahaan dapat fokus terhadap core business sebesar 33,75%, untuk menghemat biaya operasional sebesar 28,75%, turnover karyawan menjadi rendah sebesar 15%, modernisasi dunia usaha dan lainnya, masing-masing sebesar 11,25%. Adapun alasan lainnya adalah efektifitas manpower, tidak perlu mengembangkan SDM untuk pekerjaan yang bukan utama,memberdayakan anak perusahaan, serta terkait dengan kondisi usaha yang tidak dapat diperkirakan (kestabilan usaha).

2.      Hukum yang mengatur hubungan antara tenaga kerja dan manager
Hubungan antara tenaga kerja dengan manajer memiliki ketetapan tertentu, atau yang biasa disebut dengan hukum. Hukum yang mengatur hubungan tenaga kerja dengan manajer adalah sebagai berikut:
·         Closed Shop Agreement
Hukum yang hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan) dan tidak menyangkut pekerja yang belum menjadi anggota.
·         Union shop Agreement
Hukum yang mewajibkan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk suatu kurun  waktu terentu sampai pada masa tertentu.
·         Open Shop Agreement
Hukum yang memberikan kebebasan, memberikan pilihan kepada pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja. Jadi tidak ada suatu paksaan dan keharusan untuk   menjadi anggota perserikatan.

Tugas Pengantar Bisnis mg. 4-5

Nama  : Deslia Nisrina Hanifa (21212894)
Kelas  : 1EB21

MINGGU 4-5
Minggu 4 dan 5 :
  1. 1.      Sebut dan jelaskan kiat wirausaha yang berhasil !
1.Alasan
Temukan alasan yang kuat mengapa anda ingin berwirausaha. Apakah karena susah cari pekerjaan, atau ingin merasakan menjadi seorang bos, bisa juga ingin mendapatkan penghasilan yang tak terbatas. Alasannya bisa apa saja, yang terpenting semakin kuat alasan anda untuk berwirusaha maka semakin fokus anda pada tujuan anda.
2. Keyakinan Yang Kuat
Anda harus memiliki kepercayaan yang kuat dan positif. Contohnya : anda yakin bahwa anda bisa menjadi seorang wirausaha yang sukses, atau wirausaha itu mudah asal kita tahu caranya. Keyakinan yang positif seperti itulah yang harus anda bangun. Jangan sampai yang negatif yang justru mendominasi pikiran anda. misalnya seperti : saya takut gagal, wirausaha itu perlu bakat, dll. Pikiran negatif seperti itu harus anda singkirkan jauh-jauh.
3. Impian yang Jelas
Anda harus memiliki impian yang jelas. Karena dengan impian itu anda akan termotivasi untuk meraihnya. Jangan takut untuk memiliki impian yang tinggi. Karena semakin tinggi impian anda tentunya akan memberikan daya dorong yang lebih besar pada diri anda. Akan tetapi tetap harus bersikap fleksibel dan jangan sampai impian anda sesuatu yang mustahil bisa dicapai.
4. Penguasaan Ilmu (Belajar)
Dalam memulai wirausaha kita dituntut untuk terus belajar dan memiliki pikiran yang terbuka. Kita bisa belajar dari buku, orang lain yang sudah menjalankan bisnis, ataupun dari seminar-seminar.
5. Aksi
Langkah inilah yang paling penting dalam berwirausaha. Karena tanpa aksi tidak akan ada yang terjadi. Hanya dengan aksi atau tindakanlah kita bisa semakin dekat dengan impian kita.
6. Doa
Langkah yang ke-6 adalah do’a. Karena bagaimanapun kerasnya usaha kita, tetap saja Tuhan jugalah yang menetukan. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berusaha.
Kiat Sukses Berwirausaha
  • Yakin
Yakin bahwa berwirausaha adalah pilihan terbaik. Tanpa keyakinan, usaha yang dijalankan tidak akan bertahan lama.
  • Buat rencana di awal, lalu langsung kerjakan
Terlalu banyak merencanakan dan menghitung-hitung membuat usaha yang direncanakan itu tidak pernah dimulai
  • Miliki tujuan yang jelas
Apa yang hendak dicapai? Sukses? Sukses seperti apa? Rumuskan sukses yang ingin dicapai itu secara konkret. Misalnya, dalam satu tahun pertama memiliki omset Rp 100 juta per bulan, dalam tahun kedua membuka dua outlet baru, dan sebagainya.
  • Jalankan bisnis seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW
sejak awal berwirausaha, Rasulullah selalu menerapkan prinsip kejujuran dan menjunjung etos kerja yang tinggi. Rasulullah tak pernah bermalas-malasan, mengecewakan pelanggan, atau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
  • Optimis dan semangat
Tetap optimis dan bersemangat walau banyak tantangan yang menghadang, misalnya sepi pelanggan, merugi, banyak pesaing, dsb
  • Jangan takut untuk bermimpi
Bermimpilah akan meraih sukses. Bermimpilah akan meraih omset ratusan juta rupiah sebulan, memiliki pelanggan yang loyal, membuka banyak cabang atau outlet di tempat lain, dan sebagainya. Bermimpilah menjadi pembayar pajak dan pembayar zakat terbesar.
  • Siapkan mental
Seperti halnya sukses, gagal juga merupakan resiko berwirausaha. Seseorang baru disebut gagal jika sudah menyerah serta tak mau bangkit dan mencoba lagi.
  • Cinta
Jalankan usaha dengan rasa suka dan cinta. Jika sudah menyukai usaha yang dijalankan, maka tak akan segan-segan mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengembangkan usaha.
Beberapa Kiat Sukses Berwirausaha
  • Memiliki kemauan kuat
Hal ini dapat diartikan sebagai niat untuk berwirausaha dan menekuni usaha sesuai dengan kemampuan atau keahlian yang akan digeluti dalam berwirausahamisalnya saja niat ini dipertegas dengan kemauan untuk mencari informasi baik secara langsung ataupun tidak langsung seputar bidang usaha yang menjadi rencana, baik mengenai bahan, pemasaran, peluang usaha, dan hal lainnya yang mendukung.
  • Action atau bertindak
Yaitu kegiatan untuk segera merealisasikan rencana dengan segera memulai dan memulainya dari level yang paling dasar sehingga cita-cita atau kemauan berwirausaha ini tidak hanya sebatas anagn-angan yang jika dibiarkan akan menguap begitu saja sehingga tinggal cerita dan sebatas mimpi.
Dengan aksi nyata meskipun dengan modal usaha yang minim dalam semua hal kita akan mengetahui apa kekurangan dan kelemahan kita dalam berwirausaha melalui praktik secara langsung ataupun proses membangun wirausaha.
  • Selalu kreatif dan inovatif
Ada banyak pengusaha muda sukses dan lebih berhasil daripada pengusaha yang sebelumnya telah lama menggeluti bidang usaha yang sama meskipun modal dan pengalaman kalah. Dengan kreativitas serta selalu inovatif akan mudah membka segmen pasar baru. Kreativitas dan inovasi mampu mengalahkan teori stigma pasar dan perilaku konsumen.
  • Mengenali perilaku konsumen
Adalah salah satu hal yang harus dikuasai oleh seorang yang terjun dalam dunia wirausaha, agar mengetahui dengan sebenarnya apa yang disenangi, diharapkan dan hal-hal yang tidak disukai konsumen terhadap produk atau usaha yang sedang digeluti.
Caranya adalah dengan mendekati konsumen, bertanya, mengamati perilaku, membaca lapangan yaitu melihat kondisi sebenarnya yang terjadi dengan turun langsung di pasar sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual.
  • Tahan banting atau pantang menyerah
Yaitu sikap mental yang tidak mudah putus asa dan menyerah pada keadaan saat usaha kita ada masalah dan mengalami surut, selalu berpikir positif dan selalu belajar dan bangun di saat jatuh dengan selalu berjiwa besar. Disaat jatuh selalu dijadikan motivasi tersendiri untuk intropeksi agar tidak terulang sekaligus bergerak lebih maju untuk menjadi yang lebih baik.
  • Membangun jaringan
Menjadi seorang pengusaha harus mampu membangun jaringan dengan stakeholder (pemangku kepentingan) yang berhubungan dengan wirausaha yang kita lakukan, dengan seefektif mungkin untuk kelancaran usaha dan pengembangan usaha.
  • Mempelajari kiat sukses berwirausaha
Ada banyak cara dari berbagai kalangan dan memilih mana yang sesuai dan cocok dengan kita untuk diadopsi dan dikembangkan sendiri sehingga berkarakter spesial sesuai dengan karakter usaha kita sendiri.
  • Turun tangan sendiri
Untuk menjadi pengusaha kecil atau besar harus mau turun kelapangan atau turut serta melakukan pekerjaan agar kita tahu dengan sebenarnya permasalahan apa yang sedang kita hadapi.
2.      Berikan masing-masing 3 contoh usaha franchising lokal dan asing untuk bidang pendidikan, kesehatan, jasa, makanan/minuman!
Usaha waralaba pendidikan:
  • ILP (International Language Program)
  • NF (Nurul Fikri)
  • ITutorNet
Usaha waralaba kesehatan:
  • Apotek K-24
  • Century
  • Guardian
Usaha waralaba jasa:
  • JNE
  • Londre
  • Simply Fresh
Usaha waralaba makanan/minuman:
  • KFC
  • Semerbak Coffe
  • J.CO Donuts
3.      Jelaskan perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil!
Bisnis kecil adalah bisnis yang dikelola secara mandiri dan tidak mendominasi pasarnya. Perbedaan antara bisnis kecil dengan kewirausahaan adalah aspirasi. Wirausahawan termotivasi untuk tumbuh. Berkembang dan membangun.
4.      Denah / layout
Naga Swalayan Wisma Asri

                                            lantai 1
 
 

Welcome Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang